
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang lahir pada tanggal 25 November 1945, dengan keuletan, kekompakan, dan perjuangannya telah membuktikan dan menempatkan PGRI sebagai organisasi guru dan tenaga kependidikan yang terbesar di Indonesia, dan tetap eksis hingga sekarang. PGRI tetap menjaga jatidirinya sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan yang bersifat unitaristik, independen, dan tidak berpolitik praktis.
Kamis, 12 Februari 2015
Kamis, 02 Oktober 2014
Sosialisasi Sadar Hukum Anggota PGRI
Berkaitan dengan agenda PGRI Kabupaten Jember pada Rapat Koordinasi PGRI Cabang se-Kabupaten Jember yang telah dilaksanakan untuk melakukan Sosialisasi Sadar Hukum berkenaan dengan penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Acara ini menghadirkan 7 anggota dari perwakilan masing-masing kecamatan se-Kabupaten Jember yang terdiri dari Pengurus PGRI Cabang dan kepala sekolah dan menundang narasumber Bapak Suwandi.SH dari LKBH PGRI Jawa Timur.
Rabu, 06 Februari 2013
Konkerkab III PGRI Jember Tahun 2013
Konferensi Kerja Ketiga PGRI Kabupaten Jember yang dilaksanakan pada
hari Jumat tanggal 18 Desember 2013 di Aula Ki Hajar Dewantara PGRI Kabupaten
Jember dihadiri oleh Pengurus PGRI Kabupaten Jember, Ketua Cabang, Sekretaris
Cabang dan Sekbid Pemberdayaan Perempuan se-Kabupaten Jember.
Dalam rapat pleno Konferensi Ketiga tersebut telah diputuskan tentang berbagai hal dengan mempertimbangkan :
- Bahwa dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru melalui pelatihan, dipandang perlu sarana atau fasilitas pelatihan yang memadai dan memenuhi syarat.
- Bahwa lahan kantor PGRI Kabupaten Jember yang ada kurang memadai untuk kegiatan organisasi dan untuk lahan parkir.
- Bahwa PGRI sebagai organisasi besar harus memiliki fasilitas yang memadai atau lengkap untuk kegiatan jangka panjang.
Maka disepakati program strategis PGRI Kabupaten Jember Tahun 2013 sebagai berikut :
- Peserta rapat sepakat dengan pengadaan perluasan lahan kantor PGRI Kabupaten Jember dengan tehnis pengumpulan dana akan diatur setelah pelaksanaan konkerkab.
- Peserta Konkerkab III sepakat dengan peningkatan perlindungan hukum terhadap anggota PGRI melalui pola advokasi yang ditangani oleh pengacara yang professional dalam bentuk kesepakatan kerjasama antara anggota PGRI atau lembaga sekolah dengan LKBH (pengacara) PGRI untuk masa waktu satu tahun.
- Pendirian Bank Penkreditan Rakyat (BPR Guru) dirintis secara embrional bertahap sehingga dapat memfasilitasi kesejahteraan guru.
- Pendirian Rumah Sakit guru, pusat kesehatan guru /Klinik Guru sehat perlu dirintis, diupayakan setiap tahun.
Kamis, 01 November 2012
Seminar Nasional Pendidikan & Temu Kader PGRI Jember
Hari Guru Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Oktober. Hal ini sesuai dengan hasil keputusan konferensi antar pemerintah di Paris yang dihadiri oleh wakil dari 76 negara anggota UNESCO termasuk Indonesia dan 35 organisasi Internasional. Konferensi tersebut berlangsung tanggal 21 September sampai dengan 5 Oktober 1966 yang menghasilkan rekomendasi tentang status guru yang dikenal dengan ILO/UNESCO, Recommendations Concerning the Status of Teachers. Isi rekomendasi tersebut diantaranya menekankan pada profesionalisme dan kesejahteraan guru, khususnya di negara-negara berkembang.
Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November bertepatan dengan Hari Ulang Tahun PGRI. Pilihan ini sebagai penghargaan Pemerintah Republik Indonesia kepada para guru, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78 tahun 1994.
Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November bertepatan dengan Hari Ulang Tahun PGRI. Pilihan ini sebagai penghargaan Pemerintah Republik Indonesia kepada para guru, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78 tahun 1994.
Jumat, 20 Juli 2012
Pelatihan Sulam Pita Pokja Perempuan

MAKSUD DAN TUJUAN
Merupakan salah satu Program Bidang Pemberdayaan Perempuan Pengurus PGRI Kabupaten Jember yang memberikan Pelatihan kepada Pokja Perempuan Pengurus PGRI Cabang tentang keterampilan membuata Souvenir Sulam Pita. Tujuan yang ingin dicapai melalui Pelatihan Sulam Pita, adalah : Peserta dapat menerapkan hasil pelatihan pada anggota PGRI di Ranting-ranting untuk bisa membuat souvenir.
Sumber :
www.lpb-wanitamandiri.org
Langganan:
Postingan (Atom)